Posting kebaikan? Siapa takut
Malam
ini, rangkaian kalimat demi kalimat terus saja bergerak diotakku. Jika jari ini
tidak menuruti untuk menumpahkan dalam sebuah tulisan, kadangkala hal itu
membuat kepala menjadi pusing. Mata menjadi panas bak orang yang begadang
semalaman karena memikirkan pekerjaan. Jam tidur pun menjadi terganggu.
Lagi-lagi ponsel menjadi pilihan yang menemani malamku, padahal aku tidak tahu
apa yang ingin ku lakukan dengan ponselku itu. Agaknya hanya scroll tidak
jelas, namun aku bersyukur juga ketika postingan yang keluar itu adalah hal
bermanfaat seperti tentang lowongan pekerjaan, style para desainer pakaian,
ilmu agama, ilmu menjaga pola hidup sehat, info parenting dan juga kepedulian
lingkungan.
Malam
ini entah aku sedang ingin membaca postingan mengenai kepedulian terhadap
lingkungan. Mengapa? Mungkin karena sedang hangatnya berita tentang bencana
hidrometeorologi. Bencana yang semakin tahun semakin sering dan menjadi - jadi
saja. Gunung meletus, tanah longsor, banjir, angin puting beliung. Belum lagi
virus covid-19 yang tak kunjung usai. Agaknya kita dituntut untuk lebih
bersabar lagi menghadapi keadaan ini. Tak disangka bukan, kita akan berada
ditahun yang berat seperti ini? Kita tidak punya pilihan bukan selain tetap
hidup dalam keadaan bersyukur? Ingin pindah planet? Ya semoga saja ilmuwan kita
bisa menemukan planet lain yang bisa ditempati manusia. Akan tetapi, jangan
dirusak lagi ya hehe.
Manusia
oh manusia, Allah telah berfirman untuk jangan berbuat kerusakan dimuka bumi.
Namun sekarang, sebagian besar manusia mungkin hanya menjadikan itu sebatas
nasihat yang tertera dalam beberapa lembar kertas. Andaikan makhluk hidup lain
seperti hewan dan tumbuhan bisa menjerit, menangis bahkan berteriak kepada
manusia, mungkin itu sudah dilakukan. Berapa kedzaliman yang sudah kita perbuat
dimuka bumi ini? Berapa ekor gajah yang sudah terbunuh untuk diambil gadingnya
demi sekoper uang? Berapa hektar hutan yang sudah ditebang untuk memenuhi
hasrat manusia berlomba mengumpulkan emas? Agaknya kita sebagai manusia perlu
merenunginya. Menjadi manusia yang lebih baik terlebih dalam memperlakukan alam
yang indah ini.
Sebenarnya
kita bisa melakukan mulai dari hal-hal kecil, salah satunya dengan memunculkan
niat menjadi pribadi yang lebih baik, kemudian bisa dilakukan dengan berbagi
postingan kebaikan. Kita tahu, misalkan dengan berbagi postingan tentang
kepedulian terhadap lingkungan, belum tentu kita bisa mempraktekkan seperti
mengikuti kegiatan dari para pencinta lingkungan, menanam mangrove atau apapun
itu. Setidaknya kita sudah memiliki niat baik untuk mengajak orang-orang untuk
lebih peduli. Saya juga yakin pasti orang-orang yang berbagi postingan kebaikan
itu adalah orang yang memiliki mimpi untuk melakukan hal tersebut.
Namun
banyak orang berfikir ah untuk apa aku sering memposting kebaikan, toh aku pun
belum bisa menjadi pribadi yang baik. Belum mau melakukan kebaikan tersebut
atau apapun alasannya yang akhirnya membuat enggan. Misal ah munafik sekali
rasanya aku memposting ajakan shalat padahal untuk shalat saja masih sering
mengulur-ulur waktu. Hal ini relate dengan pemikiranku kemarin-kemarin. Agaknya
apakah saya sudah pantas memposting segala kebaikan padahal aku sendiri masih
jauh dari kata baik?
Pergelutan
panjang terus berada dikepalaku. Sampai akhirnya aku berfikir, kalau didunia
ini tidak ada satupun yang berani untuk memposting kebaikan, mau dibawa kemana
hidup manusia? Tersesat tak tau arah. Ah penting sekali untuk mempercayai diri
sendiri untuk memposting tentang kebaikan. Sekarang begini, biarkan orang lain
tidak menyukaimu. Mungkin perkataan atau sikapmu pernah menyakiti hatinya.
Mungkin mereka iri terhadap pencapaian hidupmu. Namun bukan berarti kamu adalah
manusia yang penuh sekali dengan dosa, seolah Allah tak bisa mengampuni. Kamu
harus selalu berusaha menjadi baik tanpa harus berharap penilaian manusia. Itu
hanya akan membuat pusing. Walaupun kamu belum bisa menjadi baik, namun bisa
saja postinganmu merubah pribadi seseorang menjadi lebih baik. Intinya kan
tetap semangat. Berusaha untuk menjadi baik dan minimalkan bahkan hindari
hal-hal yang bisa merugikan dirimu maupun orang lain. Semoga Allah tidak pernah
membuat aku bosan untuk berfikir tentang kebaikan, apalagi untuk praktek dalam
kehidupan.
Sudah.
Fokus saja perbaiki akhlak. Urusan surga neraka biar Allah yang menentukan.
Kita cukup ibadah untuk Allah semata.
(03 Februari
2021 : 19.37 saat terbaring dan berharap bisa tidur cukup)