Rabu, 17 Februari 2021

Posting Kebaikan? Siapa takut

 Posting kebaikan? Siapa takut

Malam ini, rangkaian kalimat demi kalimat terus saja bergerak diotakku. Jika jari ini tidak menuruti untuk menumpahkan dalam sebuah tulisan, kadangkala hal itu membuat kepala menjadi pusing. Mata menjadi panas bak orang yang begadang semalaman karena memikirkan pekerjaan. Jam tidur pun menjadi terganggu. Lagi-lagi ponsel menjadi pilihan yang menemani malamku, padahal aku tidak tahu apa yang ingin ku lakukan dengan ponselku itu. Agaknya hanya scroll tidak jelas, namun aku bersyukur juga ketika postingan yang keluar itu adalah hal bermanfaat seperti tentang lowongan pekerjaan, style para desainer pakaian, ilmu agama, ilmu menjaga pola hidup sehat, info parenting dan juga kepedulian lingkungan.

Malam ini entah aku sedang ingin membaca postingan mengenai kepedulian terhadap lingkungan. Mengapa? Mungkin karena sedang hangatnya berita tentang bencana hidrometeorologi. Bencana yang semakin tahun semakin sering dan menjadi - jadi saja. Gunung meletus, tanah longsor, banjir, angin puting beliung. Belum lagi virus covid-19 yang tak kunjung usai. Agaknya kita dituntut untuk lebih bersabar lagi menghadapi keadaan ini. Tak disangka bukan, kita akan berada ditahun yang berat seperti ini? Kita tidak punya pilihan bukan selain tetap hidup dalam keadaan bersyukur? Ingin pindah planet? Ya semoga saja ilmuwan kita bisa menemukan planet lain yang bisa ditempati manusia. Akan tetapi, jangan dirusak lagi ya hehe.

Manusia oh manusia, Allah telah berfirman untuk jangan berbuat kerusakan dimuka bumi. Namun sekarang, sebagian besar manusia mungkin hanya menjadikan itu sebatas nasihat yang tertera dalam beberapa lembar kertas. Andaikan makhluk hidup lain seperti hewan dan tumbuhan bisa menjerit, menangis bahkan berteriak kepada manusia, mungkin itu sudah dilakukan. Berapa kedzaliman yang sudah kita perbuat dimuka bumi ini? Berapa ekor gajah yang sudah terbunuh untuk diambil gadingnya demi sekoper uang? Berapa hektar hutan yang sudah ditebang untuk memenuhi hasrat manusia berlomba mengumpulkan emas? Agaknya kita sebagai manusia perlu merenunginya. Menjadi manusia yang lebih baik terlebih dalam memperlakukan alam yang indah ini.

Sebenarnya kita bisa melakukan mulai dari hal-hal kecil, salah satunya dengan memunculkan niat menjadi pribadi yang lebih baik, kemudian bisa dilakukan dengan berbagi postingan kebaikan. Kita tahu, misalkan dengan berbagi postingan tentang kepedulian terhadap lingkungan, belum tentu kita bisa mempraktekkan seperti mengikuti kegiatan dari para pencinta lingkungan, menanam mangrove atau apapun itu. Setidaknya kita sudah memiliki niat baik untuk mengajak orang-orang untuk lebih peduli. Saya juga yakin pasti orang-orang yang berbagi postingan kebaikan itu adalah orang yang memiliki mimpi untuk melakukan hal tersebut.

Namun banyak orang berfikir ah untuk apa aku sering memposting kebaikan, toh aku pun belum bisa menjadi pribadi yang baik. Belum mau melakukan kebaikan tersebut atau apapun alasannya yang akhirnya membuat enggan. Misal ah munafik sekali rasanya aku memposting ajakan shalat padahal untuk shalat saja masih sering mengulur-ulur waktu. Hal ini relate dengan pemikiranku kemarin-kemarin. Agaknya apakah saya sudah pantas memposting segala kebaikan padahal aku sendiri masih jauh dari kata baik?

Pergelutan panjang terus berada dikepalaku. Sampai akhirnya aku berfikir, kalau didunia ini tidak ada satupun yang berani untuk memposting kebaikan, mau dibawa kemana hidup manusia? Tersesat tak tau arah. Ah penting sekali untuk mempercayai diri sendiri untuk memposting tentang kebaikan. Sekarang begini, biarkan orang lain tidak menyukaimu. Mungkin perkataan atau sikapmu pernah menyakiti hatinya. Mungkin mereka iri terhadap pencapaian hidupmu. Namun bukan berarti kamu adalah manusia yang penuh sekali dengan dosa, seolah Allah tak bisa mengampuni. Kamu harus selalu berusaha menjadi baik tanpa harus berharap penilaian manusia. Itu hanya akan membuat pusing. Walaupun kamu belum bisa menjadi baik, namun bisa saja postinganmu merubah pribadi seseorang menjadi lebih baik. Intinya kan tetap semangat. Berusaha untuk menjadi baik dan minimalkan bahkan hindari hal-hal yang bisa merugikan dirimu maupun orang lain. Semoga Allah tidak pernah membuat aku bosan untuk berfikir tentang kebaikan, apalagi untuk praktek dalam kehidupan.

Sudah. Fokus saja perbaiki akhlak. Urusan surga neraka biar Allah yang menentukan. Kita cukup ibadah untuk Allah semata.

 (03 Februari 2021 : 19.37 saat terbaring dan berharap bisa tidur cukup)

                                                                                               


                                                                                              

Definisi

  DEFINISI Sebuah definisi yang diciptakan sendiri. Aku tidak tahu mengapa definisi buruk selalu mendominasi pikiranku. Lelahnya badan yan...