Jumat, 30 Januari 2015

Sang Maha Skenario

Engkau Tuhanku
Sang Maha Skenario jagat raya
Engkau bersumpah akan sang waktu
Di tengah kepalsuan dunia

Engkau mengatur perjalanan hidupku
Membiarkanku merasakan kedamaian
Di saat ku terus mengais harapan
Engkau terus mendorongku, Tuhan

Tuhan .....
Aku ini hanya segelintir debu
Yang bisa kapan saja Kau musnahkan
Tangan - tangan mungil ini
Terus mencari ridha - Mu, Sang Ilahi

Aku bersimpuh
Menadahkan tanganku
Berharap Engkau terus menuntunku
Memaknai arti hidup yang sebenarnya
Tanpa harus terusap dosa dan noda

Engkau Tuhanku
Sang Maha Bijak
Mengetuk pintu hati setiap insan
Mengantar di kehidupan yang selaras
Alam, manusia dan semua ini
Ciptaan - Mu, Sang Maha Skenario

Rabu, 28 Januari 2015

Akupun Ingin Seperti Mereka

            Di saat semakin beranjak dewasa, akupun merasakan hal yang berbeda. Ada saatnya aku mengalami kejenuhan, kesibukan, kesepian bahkan kesedihan yang akupun terkadang tidak tahu sebabnya. Sepertinya hanya ada rasa bosan, bosan dan bosan. Namun apa mau dikata, aku harus mengikuti sandiwara dunia ini. Dunia yang penuh dengan kepalsuan, dunia yang penuh dengan berjuta misteri tersembunyi.
                 Mungkin salah satu hal yang membuatku menjadi seperti ini karena aku tidak seperti mereka. Sering terlintas dubenakku, akupun ingin seperti mereka. Disaat mereka mengalami masa remajanya dengan berekreasi ke berbagai tempat, dengan santai dan hanya memikirkan belajar, belajar dan belajar bahkan terkadang sekolah hanya untuk duduk lalu pulang haha. Tidak halnya dengan aku, aku harus terus menempa ilmu setinggi mungki bahkan seringkali aku harus memikirkan bagaimana aku bisa kuliah dengan keterbatasan ekonomi. Tidak jarang aku tertunduk, berfikir, akupun ingin seperti yang lain, yang bisa menjelajah berbagai pengalaman hidup dari yang biasa sampai hal yang menantang.
                Disetiap detik kehidupanku, aku ingin menuntut kepada kedua orang tuaku untuk bisa kuliah. Namun apa daya, aku tidak bisa memaksakan kehendakku, keegoisanku disaat adik-adikku membutuhkan kedua orang tuaku. Akupun harus berusaha mandiri mencari beasiswa agar bisa kuliah dengan jurusan yang aku inginkan. Ya ... jujur saja aku kurang mendapatkan dukungan dari orang tuaku untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi.Mereka ingin aku kerja sembari kursus. Sedih rasanya, sakit hati jika mengingatnya.Tapi ya sudahlah, aku pahami itu karena persepsi setiap orang pasti berbeda-beda. Mungkin Tuhan ingin membuatku menjadi sosok yang lebih bersyukur, ingin membuatku lebih berusaha. Akupun harus lebih memahami, memaknai arti sebuah kehidupan yang penuh lika-liku ini. Aku percaya, Tuhanku, Allah SWT akan memberikan jalan bagi hambanya yang selalu berdoa dan terus berusaha. Biarpun bagiku keinginan ini sulit untuk dipenuhi, tapi aku akan terus mengejar , mengejar dan mengejar kesuksesanku !
Bantu aku kawan, doakan aku agar aku bisa merubah jalan hidupku menjadi lebih baik dan bermakna serta memotivasi banyak orang . SEMANGAT :D

Jumat, 02 Januari 2015

Surga yang Tercecer

Surga yang Tercecer

                 Ya ... begitulah sebutannya. Alam yang indah, tersembunyi dan unik. Itu kawah putih, salah satu tempat impian untuk ku jelajahi. Entah terinspirasi dari siapa, tapi sungguh aku ingin melangkahkan kedua kakiku ke "Surga yang Tercecer"diantara pegunungan itu. Memang tampak sekilas begitu mengagumkan. Bahkan bukan hanya sekilas, tapi seterusnya.
                 Namun sangat disayangkan, aku melihatnya hanya bisa melalui media sosial. Banyak orang mengatakan, jika kita ingin berkunjung ke sana harus bersedia mencium baunya yang khas yaitu bau belerang. Dan hal itu dapat mengganggu pernapasan. Namun hal itu tidak menyurutkan keinginanku untuk mendatanginya, menikmati setiap jengkal keindahan alam yang unik itu.
                Kristal  cairnya yang membiru membuat kedua bola mataku terbelalak. Memang jika dipikir - pikir dari warna airnya tidak pas jika disebut "kawah putih" haha.Namun sudahlah, itu bukanlah masalah yang berarti. Yang aku tahu, aku ingin melengkapi pengalaman hidupku dengan bisa menikmati alam nan permai itu bersama orang - orang yang terkasih. Menjalin cinta diantara pegunungan yang menjulang tinggi, dihiasi kerlingan mata yang memandang kristal cair biru itu dengan penuh kesucian dan kesederhanaan, seperti sebuah ftv berjudul"Seputih Cinta di Kawah Putih".
               Ingin membuat orang - orang disekitarku tersenyum walau hanya dengan sepotong keindahan itu. Setidaknya aku bisa melupakan beban hidup yang melekat dihari - hariku, walaupun hanya sejenak. Buatlah aku bahagia Tuhan, walaupun hanya beberapa detik saja ...
              Semoga aku bisa menjajakan kakiku dialam nan indah ciptaan-Mu itu ... Aku berharap dengan orang - orang terkasihku, menatap pesona "Surga yang Tercecer" itu.

Definisi

  DEFINISI Sebuah definisi yang diciptakan sendiri. Aku tidak tahu mengapa definisi buruk selalu mendominasi pikiranku. Lelahnya badan yan...