Surga yang Tercecer
Namun sangat disayangkan, aku melihatnya hanya bisa melalui media sosial. Banyak orang mengatakan, jika kita ingin berkunjung ke sana harus bersedia mencium baunya yang khas yaitu bau belerang. Dan hal itu dapat mengganggu pernapasan. Namun hal itu tidak menyurutkan keinginanku untuk mendatanginya, menikmati setiap jengkal keindahan alam yang unik itu.
Kristal cairnya yang membiru membuat kedua bola mataku terbelalak. Memang jika dipikir - pikir dari warna airnya tidak pas jika disebut "kawah putih" haha.Namun sudahlah, itu bukanlah masalah yang berarti. Yang aku tahu, aku ingin melengkapi pengalaman hidupku dengan bisa menikmati alam nan permai itu bersama orang - orang yang terkasih. Menjalin cinta diantara pegunungan yang menjulang tinggi, dihiasi kerlingan mata yang memandang kristal cair biru itu dengan penuh kesucian dan kesederhanaan, seperti sebuah ftv berjudul"Seputih Cinta di Kawah Putih".
Ingin membuat orang - orang disekitarku tersenyum walau hanya dengan sepotong keindahan itu. Setidaknya aku bisa melupakan beban hidup yang melekat dihari - hariku, walaupun hanya sejenak. Buatlah aku bahagia Tuhan, walaupun hanya beberapa detik saja ...
Semoga aku bisa menjajakan kakiku dialam nan indah ciptaan-Mu itu ... Aku berharap dengan orang - orang terkasihku, menatap pesona "Surga yang Tercecer" itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar