Selasa, 27 Februari 2018

Pecandu Sunyi



Pecandu Sunyi

Denting waktu mengusik ditelinga

Sekejap bangkit dari dari dinginnya pagi

Segar angin melintas membelai pecandu sunyi ini

Melayang diulur tangan kehidupan

Berjuta ekspektasi terbesit terdorong hasrat

Jutaan ekspektasi yang terdiam

Kapan melangkah, bergerak, terbang menjadi realita?


Hiruk pikuk dalam kesunyian

Bagaimana ini? Memang pencandu sunyi sejati

Katanya, apa mungkin kau introvet?

Terdiam dan hanya bersiul selayaknya, seperlunya

Terpaku, pandang memandang atap biru yang maha luas

Lenggak lenggok padi ranum perantara kehidupan

Desiran angin menggerakan layar perahu


Ketika senja pun menjemput

Angin mengikat sesak di dada

Langkah demi langkah berayun menuju istana dunia

Tempat berpulang dari lelahnya menghadapi kenyataan

Menjerit nurani si pecandu sunyi

Bertanya, apakah argumen yang terlontar sangat sederhana?

Panjang akal namun enggan mengungkapkan

Seketika hujan deras menggelontor membasahi pertiwi

Mengetuk di dinding jendela

Menengadah, berfikir, memang sudah berapa banyak ilmu didapat?

Beraninya mulut dustamu berkata bak malaikat

Pertanda Tuhan, bukankah harus bergerak?

Naik, terus naik dan naik lagi

Perjalanan yang penuh penderitaan dan kebahagiaan

Perlu sadar akan perasaan 

Yang menuntun untuk lebih berani menghadapi

Perlu tertutup atas celotehan yang membuat naik pitam 

 
Tak perlu menunjukan raut wajah

Cukup berperan dibalik layar

Sunyi, dingin, sepi, menenangkan yang dibutuhkan

Membuka kalbu menengok ke bawah

Syukurlah, Tuhan berbaik hati

Berjuta kesempatan selalu mengikuti watak dingin ini

Oh benar-benar pecandu sunyi

Yang rindu akan hasrat yang terus dicari



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Definisi

  DEFINISI Sebuah definisi yang diciptakan sendiri. Aku tidak tahu mengapa definisi buruk selalu mendominasi pikiranku. Lelahnya badan yan...