REBAS
Ragaku terdiam dibalik tirai
Pandangan yang kosong dibalik bias cahaya yang
menembus jendela
Racau terus menggema melengkapi gerak bibirku
Hampa, bahkan bayanganmu sudah tak sejalan
Rebas, membasahi jiwa yang tak berdaya
Risak memelukku dalam keramaian
Menyayat hati si pecandu kesunyian ini
Menyaru, tersenyum dalam balutan luka
Terisak dalam rebahan tubuh yang meringkuk
Lagi, rebas membuat buram pandanganku
Tahun itu, ku berjuang mengenggam hatimu lagi
Gamang menghantui, apa kau dapat ku gapai kembali
Sungguh temaram, diambang keraguan
Kau acuh, dan ambau perlahan menghampiriku
Rebas, sungguh kaku tubuhku melihatmu tak sama
Rasaku meradang dipaksa lupa
Lelah, mata sembab terus mendampingiku
Kau yang mengikat hati, kau juga pencipta jurang pemisah
Obrolan kecil dulu perlahan terpecah dalam ingatan
Rebas, kau pergi lantas menghilang
Terimakasih, kau telah merusak dongeng kehidupanku
Senyumku kini ditemani rebas, semua karenamu
Biar hati melepas, biar takdir memahami ..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar