Renjana
Tulisan adalah
cara berbicara paling nyaman untuk kamu yang tak ingin banyak bicara. Ketika seisi
dunia sudah tidak ingin mendengarmu dan menganggap melankolis adalah karakter
penuh drama.
Will I ever see you again, child? Sekedar menanyakan. Apakabar kamu diusiamu yang sudah menginjak kepala dua? Of course, I hope you’re okay. Sudah berlalu lama ya? Jejal dunia tapi kamu masih bisa tertawa, hebat bukan? Apalah kamu diusiamu yang dini, tertawa lepas namun bukan menertawakan dunia yang ternyataaaaa. Asyik bukan?
Bertumbuh. Jelampah prestasi
akademik yang selalu dibangga-banggakan. Namun mengapa rasanya kosong? Apa kamu
terlalu sering berkutat dengan isi kepala namun minim interaksi? Sebenarnya tidak.
Aku tidak menyalahkanmu. Kamu mempunyai hak untuk berada pada sekeliling
manusia yang kau anggap nyaman dan ramah dengan situasi adanya kamu yang seperti
ini.
Realita yang selalu sesuai
memang terkadang membuat terlena. Bertumbuh dan dewasa membuatmu harus mengerti
bahwa dunia ini hangat, namun tidak sehangat yang dibayangkan. Aroma cemoohan
yang bagi manusia adalah sesuatu yang lucu, nyatanya beberapa orang tidak
menyepakati demikian. Menghadapi diri yang linglung, namun harus kuat juga
dengan dinginnya dunia luar.
Bila dibuat perbandingan, agaknya kepercayaan
diri yang dulu prosentasenya lebih besar. Namun, mengapa diusia kepala dua ini
prasangkamu malah berlalu lalang wahai gadis kecil? Ada apa? Boleh aku memeluk
dan mendengar keluh kesahmu? Aku tau apa yang kamu rasakan, namun pada akhirnya
kamu hanya bisa bercerita lepas pada dirimu dan Tuhanmu bukan?
Muak? Ya. Namun kamu
harus tetap hidup bukan? Banyak hal indah yang akan menyambutmu. Tentang nuraga
yang masih bisa kamu temui, tentang pukau ombak dipantai, tentang langit senja
yang menampakkan keindahannya dan tentu pula dengan Rama yang sederhana namun
mencintaimu dengan luar biasa. Bukannya banyak hal yang ingin kamu lakukan
bersamanya?
Anak kecil perempuan berusia
26 tahun yang lucu, kamu berharga. Kamu hanya sedang rindu. Rindu bagaimana
kamu mengapresiasi setiap kerja keras kamu. Rindu bagaimana kamu mempunyai
mimpi besar disetiap tatapan kosongmu. Rindu mencintai ketidaksempurnaan. Rindu
terlepas dari rasa khawatir dan takut. Katanya, kamu ingin merasakan solo trip
bukan? Pulih ya? Sadrah pada Tuhan, tidak apa-apa, berjalan pelan namun pasti
ya? Aku tau apa yang ada dalam sanubarimu. Manusia memang tidak akan lepas merundungmu,
namun kamu harus tetap kuat ya? Janji?
Suatu saat kamu akan
ditemani malaikat kecil yang akan menemani hari-harimu. Perlakukan dia dengan
baik ya? Buat Pelangi selalu indah baginya ya? Sendu boleh, tapi jangan
berlarut ya. Dia harus bahagia bukan? Untukmu saat ini dan dimasa depan. Berjanjilah
untuk tetap melakukan hal-hal kecil. Makan es krim coklat, memotret langit
senja, atau berhenti sejenak menikmati hamparan sawah hijau. Ah sayangnya,
tulisanmu ini hanya sepersekian persen dari ungkapan, emosi yang ingin kamu luapkan,
karena kamu tahu, didunia ini tidak ada yang benar-benar aman kecuali dirimu
sendiri. Baik-baik ya kamu. Peluk dan apresiasi terus diri kamu. Kalau bukan
kamu, siapa lagi? Jangan biarkan dunia mengkerdilkan isi kepalamu. Kamu hebat! Kamu
kuat!
11 Juni 2023
Ditemani oleh Banda
Neira – Sampai jadi debu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar