Minggu, 12 Januari 2020

Tesergap Nona Palapa


Tesergap Nona Palapa

Menuruti nafsu daksa
Seraya bercumbu dengan angin liar
Mengarungi langkah aksa
Waktu bergegas semangat menyambar
Perangai dirasuki harsa
Congkaknya dunia terus menggelegar
Tumpah ruah para jiwa penuh asa
Berlomba mencari setumpuk gelar

Sebuah pertemuan membuat tercengang
Saat dua insan beradu pandangan
Tubuh terpaku obsesi asa membancang
Tanpa ada sedikit pun butir perlawanan
Udara seketika terasa gersang
Ketidakwarasan mulai berserakan
Pesona dahayu telah mengguncang
Mata terbelalak, dia mencuri perhatian

Dia menebarkan sajak ke langit
Desir angin menyergap rambut yang meliuk
Ditengah helios menyengat kulit dengan sengit
Lima jemari ingin menyodor, namun kikuk
Pair jantungku meronta keluar dengan gesit
Sifat beraniku seketika meringkuk
Segala sukmamu bak melejit
Melintasi persimpangan hati yang hiruk pikuk

Kelopak mata bak teratai merah yang sedang mekar
Lengkung bibir berseri membuatku lumpuh
Logika dan atma diambang nanar
Khayal menyodorkan belah rotan sembari bersimpuh
Rona wajah segarnya silau memancar
Tubuhku layu, rasanya tulang belulangku merapuh
Semerbak arumi menjalar
Mengisi napas tanpa merasa acuh

Terlena aku dengan buaian tak bertuan
Terdengar langkah kaki menjauh dengan tegas
Ah, gerakku memang lamban
Mengapa tak kusodorkan tanganku dengan lugas
Ku kejar agar tak tumbuh penyesalan
Ingin agar pertemuan ini menjadi tuntas
Naas, rasa yang menggebu harus tersimpan
Bayangnya tak membekas, hatiku menjadi rebas
         







         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Definisi

  DEFINISI Sebuah definisi yang diciptakan sendiri. Aku tidak tahu mengapa definisi buruk selalu mendominasi pikiranku. Lelahnya badan yan...