Minggu, 12 Januari 2020

Burung Rajawali Ibarat Kita Sebagai Manusia


Burung Rajawali Ibarat Kita Sebagai Manusia

Seekor burung rajawali bisa mencapai umur hingga 70 tahun . Tetapi untuk mencapai umur tersebut adalah sebuah pilihan bagi seekor rajawali. Apakah ia ingin hidup sampai 70 tahun atau hanya sampai 40 tahun saja?
Ketika burung rajawali mencapai umur 40 tahun, maka untuk hidup lebih panjang 30 tahun lagi, dia harus melewati transformasi tubuh yang sangat menyakitkan. Dan pada saat inilah seekor rajawali harus menentukan pilihan untuk melewati transformasi yang menyakitkan itu atau melewati sisa hidup yang tidak menyakitkan namun singkat menuju kematian.
Pada umur 40 tahun paruh rajawali sudah sangat bengkok dan panjang hingga mencapai lehernya, sehingga ia akan kesulitan untuk makan. Cakar-cakarnya juga sudah tidak tajam. Selain itu bulun pada sayapnya juga sudah sangat tebal sehingga akan sulit untuk dapat terbang tinggi.
Bila seekor rajawali memutuskan untuk melewati transformasi tubuh yang menyakitkan tersebut, maka ia harus terbang mencari pegunungan yang tinggi dan kemudian membangun sarang dipuncak gunung tersebut. Kemudian dia akan mematuk-matuk paruhnya pada bebatuan digunung sehingga paruhnya lepas. Setelah beberapa lama, paruh barunya akan muncul, lalu dengan menggunakan paruhnya yang baru itu, ia akan mencabut kukunya satu persatu dan menunggu hingga tumbuh kuku yang lebih tajam. Setelah kuku-kuku itu telah tumbuh, ia akan mencabut bulu sayapnya hingga rontok semua dan menunggu bulu-bulu baru tumbuh pada sayapnya. Dan ketika semua itu sudah selesai dilewati, rajawali itu dapat terbang kembali dan dapat menjalani kehidupan normalnya. Begitulah transformasi menyakitkan yang harus dilewati oleh seekor rajawali selama kurang lebih setengah tahun.
Burung rajawali itu ibarat kita sebagai manusia. Ketika sebuah masalah datang dalam kehidupan dan nyatanya kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang harus diambil. Seringkali dari pilihan yang diambil tersebut, kita harus melewati suatu transformasi kehidupan yang menyakitkan bagi jiwa dan tubuh kita. Namun ditengah kesulitan tersebut, kita harus ingat ada Tuhan yang menyertai kita, ada masa depan yang disediakan untuk kita diakhir perjuangan, suatu kehidupan yang lebih baik, suatu sukacita, suatu yang kita impikan selama ini. Keberhasilan seringkali tak tampak karena ia bersembunyi dibalik kesulitan. Hanya orang-orang yang mampu melewati masa sulit itulah yang akan menemui keberhasilan.
(dikutip saat sedang duduk santai sembari menunggu si cinta (motor) sedang dirawat, lalu tergeletak sebuah buku diatas meja yang entah aku seketika mengambilnya, membuka setiap lembarannya lalu menemukan tulisan ini yang cukup memotivasi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Definisi

  DEFINISI Sebuah definisi yang diciptakan sendiri. Aku tidak tahu mengapa definisi buruk selalu mendominasi pikiranku. Lelahnya badan yan...